Jepang dikenal dengan hidangan nabe, masakan rebusan yang disantap bersama. Dua yang paling populer adalah sukiyaki dan shabu-shabu. Meskipun sering dianggap sama, keduanya memiliki karakteristik, cara penyajian, dan rasa yang berbeda. Mari kita telusuri perbedaannya.

Sukiyaki adalah hidangan panci panas yang dimasak dengan sedikit kuah. Bahan-bahan seperti irisan daging sapi tipis, tahu, jamur shiitake, dan sayuran dimasak dalam saus yang terbuat dari kecap, gula, dan mirin. Proses memasak Sukiyaki memberikan rasa manis gurih yang meresap.

Cara memasak Sukiyaki dimulai dengan menumis sedikit lemak sapi di panci. Setelah itu, daging sapi diletakkan di atas panci panas hingga setengah matang, lalu dituangi saus. Bahan lain ditambahkan secara bertahap, dimasak perlahan hingga semua bumbu meresap.

Hidangan ini secara tradisional dinikmati dengan mencelupkan potongan daging dan sayuran ke dalam kocokan telur mentah. Telur memberikan tekstur lembut dan mendinginkan makanan, menciptakan harmoni rasa yang luar biasa. Cita rasanya yang kaya membuat sukiyaki sangat digemari.

Di sisi lain, shabu-shabu adalah hidangan rebusan yang lebih ringan dan segar. Namanya berasal dari bunyi “shabu-shabu” saat mengaduk irisan daging yang sangat tipis di dalam kuah kaldu mendidih. Kaldu ini biasanya bening dan terasa ringan.

Untuk menyantapnya, irisan daging sapi atau bahan lain dicelupkan sebentar ke dalam kuah mendidih. Setelah matang, angkat dan celupkan ke dalam saus cocolan, seperti ponzu atau saus wijen. Proses memasak Sukiyaki berfokus pada perendaman bumbu, sedangkan shabu-shabu pada kecepatan.

Perbedaan utama terletak pada metode memasaknya. Memasak Sukiyaki melibatkan proses menumis dan merebus dalam saus kental, menciptakan rasa yang manis dan kuat. Shabu-shabu lebih menonjolkan rasa alami bahan-bahan, didukung oleh kuah kaldu yang ringan.

Memahami perbedaan keduanya akan membantu Anda menikmati setiap hidangan dengan cara yang paling otentik. Baik memasak Sukiyaki di rumah atau mencoba shabu-shabu di restoran, Anda akan menghargai keunikan dan tradisi di balik setiap hidangan khas Jepang ini.