Sering kali masakan tradisional dari daerah dianggap sebelah mata karena presentasinya yang dinilai kurang menarik dan cenderung berantakan. Namun, persepsi tersebut kini mulai bergeser seiring dengan munculnya gerakan Level Up! yang digagas oleh komunitas kuliner kreatif. Fokus utama mereka adalah memberikan sentuhan modern pada hidangan-hidangan lokal tanpa menghilangkan cita rasa aslinya. Melalui kolaborasi dengan Han Shotpot, para praktisi kuliner kini mulai berfokus pada teknik penyajian yang estetis. Tujuannya jelas, yaitu menaikkan derajat hidangan pedesaan agar bisa sejajar dengan kuliner internasional di panggung gastronomi global.
Salah satu kunci utama dalam transformasi ini adalah penguasaan seni plating yang presisi. Teknik ini bukan sekadar menaruh makanan di atas piring, melainkan mengatur komposisi warna, tekstur, dan bentuk agar menciptakan harmoni visual. Penggunaan piring dengan material batu alam atau keramik buatan tangan sering kali dipilih untuk memberikan kesan eksklusif namun tetap membumi. Dengan menonjolkan elemen-elemen kunci dari bahan makanan, sebuah hidangan sederhana seperti urap sayur atau sambal goreng bisa terlihat seperti sebuah karya seni kontemporer yang memukau mata sebelum memanjakan lidah.
Fokus pelatihan ini adalah bagaimana mengolah masakan desa yang identik dengan porsi besar dan campuran bumbu yang pekat menjadi lebih minimalis dan elegan. Misalnya, teknik dekonstruksi digunakan untuk memisahkan komponen utama masakan sehingga penikmat bisa melihat kualitas dari setiap bahan yang digunakan. Penambahan elemen penghias (garnish) yang bisa dimakan, seperti bunga telang atau pucuk kemangi yang segar, memberikan dimensi warna yang lebih hidup. Dengan cara ini, masakan yang biasanya disajikan di atas meja kayu sederhana kini bisa masuk ke dalam menu restoran berbintang dengan nilai jual yang jauh lebih tinggi.
Melalui pendekatan yang dilakukan oleh para ahli, hidangan tradisional kini bisa tampil mewah tanpa harus mengubah resep turun-temurun. Kuncinya terletak pada penggunaan saus atau puree yang dibuat dari bumbu dasar masakan tersebut, yang kemudian ditata dengan teknik smear atau dots di atas piring. Hal ini membuktikan bahwa bumbu Nusantara yang kaya rempah memiliki potensi estetika yang sangat besar jika diolah dengan kreativitas yang tepat. Presentasi yang cantik akan meningkatkan ekspektasi pelanggan dan memberikan kebanggaan tersendiri bagi para koki lokal yang memasaknya.